NUSAN.ID – Anggota DPR-MPR Ir. Hanan A. Rozak, M.S melaksanakan Sosialisasi Empat Pilar MPR bersama Pengurus dan Anggota DPD Al-Hidayah Provinsi Lampung pada Selasa pagi (10/02/2026).
Menurut Hanan, Organisasi Al-Hidayah dapat berperan sebagai jembatan antara nilai keagamaan dan nilai kebangsaan, serta memastikan sosialisasi Empat Pilar MPR RI tidak hanya berhenti pada ceramah, tetapi benar-benar hidup dalam keluarga dan masyarakat.
“Al-Hidayah dapat berperan sebagai dakwah kebangsaan yang mengintegrasikan nilai Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika ke dalam pengajian dan majelis taklim, sehingga pesan kebangsaan disampaikan dengan bahasa keagamaan yang sejuk dan mudah diterima,” kata Hanan.
Selain itu, sebagai organisasi perempuan, Al-Hidayah berperan penting dalam menanamkan nilai Empat Pilar MPR RI kepada ibu-ibu dan keluarga, yang menjadi fondasi pendidikan karakter di rumah.
Ketua DPD Al-Hidayah Provinsi Lampung, Hajjah Arya, menyampaikan bahwa Al-Hidayah merupakan organisasi kaum perempuan Muslim di Indonesia yang aktif dalam kegiatan dakwah, sosial, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat.
“Organisasi ini menyelenggarakan pengajian, pelatihan, serta kegiatan warga seperti sosialisasi program pemerintah dan pemberdayaan keluarga. Hajjah Arya menjelaskan bahwa Al-Hidayah merupakan bagian dari struktur organisasi sayap Partai Golkar, bukan partai politik terpisah, namun bekerja sama untuk memperkuat basis sosial dan dukungan Golkar di masyarakat.”
Dalam kegiatan tersebut, masing-masing pilar MPR RI dijelaskan secara rinci: Pancasila sebagai ideologi dan dasar negara, UUD 1945 sebagai konstitusi negara, NKRI sebagai bentuk negara, serta Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan negara.
Pada sesi diskusi dan dialog, salah satu peserta mengusulkan agar kegiatan sosialisasi diperbanyak dan menjangkau generasi milenial serta Gen Z, mengingat banyaknya tantangan kebangsaan di era globalisasi saat ini.(*)


















