NUSAN.ID – Dalam rangka memperkuat ketahanan wilayah berbasis data, Kodam XXI/Radin Inten meluncurkan aplikasi Centurion-21 yang didukung pemetaan drone dan sistem pelaporan Lapor Pangdam. Peluncuran ini digelar dalam acara bertajuk “Launching Aplikasi Centurion-21, Lapor Pangdam serta Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Kodam XXI/RI dengan Perguruan Tinggi, Indonesia Indicator, dan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Lampung” di Ballroom Hotel Emersia, Bandar Lampung, Kamis (29/1/2026).
Hadir dalam kesempatan tersebut Pangdam XXI/RI Mayjen TNI Kristomei Sianturi, S.Sos., M.Si., Gubernur Lampung yang diwakili Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Ahmad Saefuloh, S.H., M.H., Wakil Gubernur Bengkulu (via virtual), Kapolda Lampung diwakili Irwasda, Kajati Lampung diwakili Wakil Kajati, serta para Rektor dari Universitas Lampung (Unila), Institut Teknologi Sumatera (ITERA), UIN Raden Intan, Universitas Bengkulu, dan sejumlah perguruan tinggi mitra.
Dalam sambutannya, Pangdam XXI/RI menegaskan bahwa Centurion-21 merupakan bagian dari Program Panca Radin Inten – sebuah kerangka besar pembangunan wilayah yang bertumpu pada lima pilar, yaitu:
1. Lumbung Radin Inten Digital (ketahanan pangan berbasis data)
2. Jalan juang Radin Inten Terhubung (konektivitas wilayah)
3. Generasi Emas Radin Inten Cerdas (peningkatan SDM)
4. Benteng Lestari Radin Inten Responsif (kelestarian lingkungan dan penanggulangan bencana)
5. Radin Inten Maju Bersama (kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan).
“Centurion-21 bukan sekadar aplikasi, melainkan fondasi data terintegrasi untuk pengambilan keputusan yang akurat dan antisipatif. Dalam waktu 46 hari, sistem ini telah berhasil mengumpulkan 15.598 data survei lapangan dari 3.300 desa di Lampung dan Bengkulu, mencakup sektor pertanian, peternakan, dan perikanan,” jelas Mayjen Kristomei.
Data yang terkumpul menunjukkan bahwa Lampung dan Bengkulu memiliki struktur pangan yang kuat, dengan komoditas unggulan seperti padi (1,44 juta hektar), kopi, jagung, ayam pedaging (12,7 juta ekor), serta lele (20,77 juta ekor). “Dengan data ini, kami bisa memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi desa,” tambahnya.
Acara juga diisi dengan penandatanganan PKS antara Kodam XXI/RI dengan enam perguruan tinggi, Indonesia Indicator, serta Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Lampung. Kerja sama ini bertujuan mendukung Tri Dharma Perguruan Tinggi serta penguatan kapasitas SDM baik di lingkungan TNI maupun masyarakat.
Gubernur Lampung, yang diwakili Ahmad Saefuloh, menyambut baik inisiatif ini. “Centurion-21 menunjukkan perubahan cara pandang dalam tata kelola wilayah. ” ujarnya.
Sementara itu, Rektor Unila Prof. Dr. Ir. Lusmeilia Afriani menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan momentum strategis untuk memperkuat sinergi antara institusi pertahanan dan akademisi dalam menghadapi tantangan ketahanan pangan dan pembangunan karakter bela negara.
Pada kesempatan yang sama, Pangdam XXI/RI memberikan penghargaan khusus kepada Kodim 0410/KBL sebagai unit terbaik dalam pemetaan drone, yang diterima langsung oleh Dandim 0410/KBL Kolonel Arm Roni Hermawan. Penghargaan ini juga mengapresiasi kinerja operator drone Serma Edi Christianto yang berhasil memetakan wilayah dengan efektif menggunakan teknologi drone.
Acara ditutup dengan ramah tamah dan hiburan, dengan harapan bahwa kolaborasi ini dapat terus memperkuat sinergi antara TNI, pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan masyarakat dalam menjaga stabilitas dan ketahanan wilayah.(*)

















