NUSAN.ID – Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus menegaskan bahwa belajar mengaji tidak cukup hanya mengandalkan media sosial.
Di tengah derasnya arus informasi digital, umat Islam justru dituntut lebih selektif dengan tetap berguru kepada pembimbing yang jelas keilmuannya agar terhindar dari pemahaman yang keliru.
Hal tersebut disampaikan Parosil saat menghadiri Tabligh Akbar dalam rangka memperingati Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriyah dan Reuni Akbar Kedua Alumni Lembaga Pendidikan Islam (LPI) At-Taufiq Hidayah, sekaligus doa bersama menyambut bulan suci Ramadhan, di Pondok Pesantren At-Taufiq Hidayah, Pekon Pura Jaya, Kecamatan Kebun Tebu, Sabtu (31/1/2026).
Dalam sambutannya, Parosil mengawali dengan rasa syukur atas kesempatan berkumpul dalam majelis ilmu dan dzikir.
Ia menyebut kehadiran para jamaah merupakan bentuk kecintaan terhadap ajaran Islam sekaligus momentum memperkuat iman menjelang Ramadhan.
“Alhamdulillah, hari ini kita dibukakan oleh Allah SWT untuk bisa bersama-sama hadir memenuhi undangan pengurus Pondok Pesantren At-Taufiq Hidayah dalam rangka peringatan Isra Mi’raj,” ujar Parosil.
“Selain itu, ini juga menjadi doa bersama untuk menyongsong bulan suci Ramadhan,” imbuhnya.
Ia berharap kebersamaan tersebut membawa keberkahan, ampunan, dan petunjuk dari Allah SWT, serta seluruh umat diberikan kesehatan dan kemampuan lahir batin dalam menjalankan ibadah Ramadhan 2026.
“Mudah-mudahan Ramadhan tahun ini bisa kita jalani dalam keadaan sehat, mampu secara fisik, juga mampu iman dan takwanya,” harapnya.
Parosil kemudian menyoroti tantangan zaman modern yang ditandai dengan pesatnya perkembangan teknologi dan media sosial.
Menurutnya, kemudahan akses informasi tidak selalu sejalan dengan kebenaran isi yang disampaikan.
“Sekarang ini zamannya luar biasa, teknologinya sangat maju. Tapi belajar mengaji bukan hanya sekadar lihat media sosial. Harus ada pembimbing, karena apa yang ada di medsos itu belum tentu kebenarannya,” tegasnya.
Ia menekankan pentingnya peran lembaga pendidikan keagamaan seperti TPA, Lembaga Pendidikan Islam, dan pondok pesantren sebagai tempat belajar yang memiliki sanad keilmuan dan pembinaan akhlak.
“Karena itu kita tidak boleh belajar agama hanya dari medsos. Inilah gunanya TPA, LPI, dan pondok pesantren, agar ilmu yang kita terima benar dan membawa kebaikan,” kata Parosil.
Tabligh Akbar tersebut menghadirkan penceramah KH Aminuddin, M.Ag, pimpinan Pondok Pesantren Silalatul Huda sekaligus Ketua MUI Kabupaten/Kota Tasikmalaya, Jawa Barat.
Acara turut dihadiri Ketua Baitul Mukhlisin Al-Islamiyah Partinia Parosil Mabsus, kepala perangkat daerah, camat, peratin, pimpinan Ponpes At-Taufiq Hidayah Poponurul Falah, serta jamaah dari Kecamatan Kebun Tebu.(EIS)

















