NUSAN.ID – Ruas Jalan Teuku Cik Ditiro di Kecamatan Kemiling, Kota Bandar Lampung menjadi akses utama bagi warga sekitar dalam menunjang aktivitas sehari-hari, keberadaan jalan yang mantap sangat dibutuhkan untuk memperlancar mobilitas warga, baik untuk bekerja, distribusi barang, maupun aktivitas ekonomi lainnya.
Melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Lampung telah berhasil menyelesaikan pekerjaan pembangunan ruas Jalan Teuku Cik Ditiro menggunakan perkerasan beton (rigid pavement) dengan anggaran bersumber dari APBN bernilai milyaran rupiah, yang dikerjakan dengan jangka waktu selama 76 hari kalender, ruas jalan tersebut kini telah dapat dilintasi dengan aman dan nyaman oleh warga pengguna jalan.
Adapun penanganan ruas jalan Teuku Cik Ditiro mencapai 0,92 kilometer. Dengan konstruksi rigid pavement, jalan diharapkan memiliki ketahanan yang lebih baik serta mampu melayani lalu lintas secara optimal dalam jangka panjang. Namun sangat disayangkan jika ditinjau dari fakta dan konsep ruas jalan Teuku Cik Ditiro saat ini seperti jalan kurang memiliki manfaat yang optimal bagi warga, pasalnya ruas jalan tersebut seperti ruas jalan buntu, dimana ujung ruas jalan berakhir disalah satu tempat wisata yaitu bernama Kampung Vietnam.
Awalnya pembangunan ruas Jalan Teuku Cik Ditiro diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar, terutama dalam meningkatkan kelancaran akses transportasi dan logistik, kemudian keberadaan ruas jalan tersebut menjadi penghubung utama antar Kelurahan di Kecamatan Kemiling, sehingga keberadaan infrastruktur jalan yang memadai juga menjadi pemicu pertumbuhan ekonomi lokal serta berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Harapan ini hanya menjadi isapan jempol belaka, faktanya ruas jalan tersebut merupakan ruas jalan berbentuk lingkar U dan nampak buntu.
Agung salah satu warga mengungkap bahwa akses ruas jalan Teuku Cik Ditiro seharusnya mampu menjadi akses utama yang menghubungkan Kelurahan Sumber Agung sampai tembus ke Kelurahan Kedaung, Kecamatan Kemiling, kemudian terhubung juga ke destinasi wisata Bumi Kedaton, namun kondisi saat ini ruas jalan tersebut hanya berhenti memutar balik di Kelurahan Sumber Agung, Kecamatan Kemiling.
“Ruas jalan Teuku Cik Ditiro ini sudah mantap, karena telah dibangun menggunakan uang Negara milyaran rupiah, namun kondisi jalan ini nampak seperti jalan buntu, dengan konsep jalan lingkar U hanya memutar balik, bukan berfungsi menjadi ruas jalan penghubung utama, pasalnya ujung ruas jalan ini berakhir di tempat wisata Kampung Vietnam, sehingga manfaatnya kurang optimal”, kata Agung pada Senin (2/2/2026).
Dirinya juga berharap kepada Pemerintah Provinsi Lampung, utamanya melalui Gubernur, Rahmat Mirzani Djausal untuk melanjutkan akses jalan Teuku Cik Ditiro dari Kelurahan Sumber Agung sampai ke Kelurahan Kedaung dan tembus jalur ke destinasi wisata Bumi Kedaton bahkan mengakses sampai menuju ke pantai Mutun, Kabupaten Pesawaran, dengan begitu fungsi ruas jalan tersebut benar-benar sebagai akses utama yang menghubungkan antara destinasi wisata di Provinsi Lampung.
Sementara berdasarkan penelusuran dan pengamatan secara langsung tim redaksi sebagai peta pariwisata Kota Bandar Lampung, yang dikuatkan juga keterangan dari pengunjung asal Palembang, Sumatera Selatan dan keluhan sejumlah supir bus tour wisata Sumatera Selatan yang hendak ke Panai Mutun harus memutar balik lagi.
Untuk diketahui bahwa ruas jalan Teuku Cik Ditiro Kelurahan Sumber Agung, Kecamatan Kemiling, Kota Bandar Lampung akan sangat cantik dan bisa menghadirkan destinasi baru wisata Gunung Betung yang indah, manakala ruas jalan jalur dua tersebut dilangsungkan pembangunannya sampai ke Kelurahan Kedaung tembus jalur ke Wisata Bumi Kedaton. Dengan begitu jalur tersebut akan mempermudah segala aktivitas warga dan wisata satu jalur menuju ke pantai Mutun Kabupaten Pesawaran. Saatnya kota Bandar Lampung memiliki wajah yang cantik dengan jalur yang melingkar untuk mewujudkan pariwisata kota yang menawan. (*)

















