NUSAN.ID – Pemuda Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) Sinode Papua ke 4 yang diselenggarakan di Distrik Senggi, Kabupaten Keerom, mendapat kehormatan khusus dengan kehadiran 2 bupati sekaligus pada Selasa (22/7/2025).
Bupati Kabupaten Keerom, Piter Gusbager dan Bupati Kabupaten Sarmi, Dominggus Catue disambut meriah oleh tari-tarian sebagai bentuk penghormatan, panitia acara memakaikan mahkota cendrawasih.
“Selamat datang Bupati Sarmi di Distrik Senggi. Terima kasih sudah mengunjungi Keerom dan memberikan motivasi kepada seluruh kader-kader Gereja Kemah Injil Indonesia dari 8 klasis yang hadir,” ujar Piter saat diwawancara.
Bupati Keerom menekankan bahwa Bupati Sarmi merupakan kader sejati dari Kemah Injil Indonesia yang hadir memberikan motivasi, harapan, dan doa kepada masyarakat Keerom.
“Keerom dan Sarmi ini adalah saudara. Kami menggali sesuatu yang dilupakan selama ini, kami menggali apa yang harus digali dari nilai-nilai leluhur kita yang berada di wilayah suku besar Mamberamo Tabi,” jelasnya.
Piter menambahkan bahwa persoalan yang dihadapi Sarmi dan Keerom tidak hanya di bidang spiritual, tetapi juga mencakup ekonomi, pembangunan, pertanian, dan pendidikan.
“Kami masyarakat Keerom juga akan mendoakan Bapak Bupati Sarmi dan mendoakan masyarakat Sarmi,” pungkasnya.
Sementara itu, Bupati Sarmi, Dominggus Catue, mengungkapkan rasa syukurnya atas kesempatan hadir bersama dalam acara tersebut.
“Luar biasa, di luar dugaan kami dalam kesempatan ini. Saya juga bersyukur hadir bersama kakak saya Bupati Keerom dalam kesempatan ini,” kata Dominggus.
Bupati Sarmi memberikan pesan khusus kepada para pemuda yang hadir.
“Kalian pemuda adalah generasi penerus pembangunan dari segi pemerintahan, dan juga generasi penerus pembangunan dalam gereja serta adat. Tiga nilai itu penting karena ke depan kalian ini yang akan melanjutkan,” tegasnya.
Dominggus menjelaskan bahwa dirinya bersama Bupati Keerom akan meletakkan dasar-dasar pembangunan, sementara pemuda-pemuda yang akan melanjutkan estafet kepemimpinan tersebut.
“Kami berdua akan meletakkan dasar-dasar pembangunan, selanjutnya pemuda-pemuda yang akan melanjutkan,” pungkas Dominggus.
Diketahui, Bupati Piter Gusbager bersama istri juga memberikan santunan dana sebesar Rp 50 Juta kepada panitia Retreat Pemuda Sinode Papua.(YAM)

















