NUSAN.ID – NU dan pondok pesantren adalah penjaga moral sekaligus penjaga bangsa. Melalui Sosialisasi 4 Pilar MPR RI, pesantren semakin diteguhkan perannya sebagai benteng ideologi Pancasila dan NKRI, serta sebagai pusat lahirnya generasi yang berilmu, berakhlak, dan berkomitmen kebangsaan.
Anggota DPR MPR RI dari Fraksi Partai Golkar Ir. Hanan A. Rozak, M.S., di Pondok Pesantren Darul Ishlah, Purwa Jaya, Banjar Margo, Tulang Bawang, Senin (29/12/2025).
” Pondok pesantren memiliki peran strategis dalam internalisasi nilai Pancasila dan Pilar MPR lainnya, karena Pesantren mengajarkan akhlak, adab, dan kebersamaan. Santri dibentuk menjadi religius sekaligus nasionalis karena tradisi pesantren menanamkan cinta tanah air (hubbul wathan minal iman), ” kata Hanan
Hanan Rozak menjelaskan, Sosialisasi 4 Pilar MPR di lingkungan NU dan pesantren bukan indoktrinasi, tetapi merupakan penguatan nilai yang sudah menjadi praktik keseharian.
” NU dan pesantren secara konsisten
menjaga keutuhan NKRI dan enolak paham radikalisme dan intoleransi, ” lanjut Hanan.
Dihadapan peserta sosialisasi, Hanan Rozak, menjabarkan Empat Pilar MPR dimulai dari Pancasila, UUD NRI 45, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika.
Menurut Hanan Pancasila sebagai dasar negara tidak bertentangan dengan ajaran Islam. Bahkan Pancasila menjadi kalimatun sawa’, titik temu seluruh elemen bangsa yang majemuk. Ketuhanan Yang Maha Esa mencerminkan tauhid, kemanusiaan menjunjung akhlak, persatuan meneguhkan ukhuwah, musyawarah sejalan dengan syura, dan keadilan sosial adalah tujuan syariat.
Kemudian, Hanan menyampaikan bahwa UUD 1945 menjamin kebebasan umat beragama untuk beribadah dan menuntut ilmu, termasuk keberadaan pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan khas bangsa Indonesia.
Selanjutnya, menurut Hanan, NKRI adalah hasil ijtihad para ulama dan pendiri bangsa. Resolusi Jihad NU tahun 1945 menjadi bukti nyata bahwa mempertahankan tanah air adalah bagian dari kewajiban agama.
Terakhir, Hanan menegaskan bahwa Bhinneka Tunggal Ika adalah realitas yang setiap hari kita rasakan. Pesantren mengajarkan kita hidup rukun dalam perbedaan, saling menghormati, dan menjaga persaudaraan sesama anak bangsa.
Kegiatan Sosialisasi diikuti oleh Pengurus NU dan Banom NU serta Pengurus Pondok Pesantren yang ada di Kabupaten Tulang Bawang.(*)


















