NUSAN.ID, TULANG BAWANG BARAT – Orang tua wali murid dari Ehan Afitab Syargi yang di keluarkan atau di berhentikan dari pihak Sekolahan SDN 09 Gunung Terang Tulang Bawang Barat (TuBaBa) , hari ini mendatangi kantor Dinas Pendidikan TuBaBa untuk menyampaikan kronologis pemecatan terhadap anaknya, Rabu (02/02/2022).
Pasutri atau orang tua dari Ehan Afitab Syargi yaitu Mulyono dan Rosmiati serta anaknya datang ke Dinas Pendidikan TuBaBa,di trima langsung oleh Sekretaris Disdikbud TuBaBa Abdul Rohman,dan mereka menceritakan hal ikhwal yang terjadi pada anak mereka.
“Awal kejadian pada mit semester pada bulan Nopember 2021,anak kami masuk mengikuti mit smester,namun baru satu hari lalu keesok harinya anak kami tidak di bolehkan mengikuti mit smester lagi dari pihak sekolahan tapi apa alasannya kami nggak tau,” Ungkap Rosmiati dengan Mulyono.
Lanjut Rosmiati” Lalu kami datang ke sekolahan dan menanyakan kenapa anak kami tidak boleh masuk lagi,lalu saya di jawab sama Kepala sekolahnya,ya anak ibuk ini nakal dan slalu meludahi teman-temannya,dan saran kami,anak ibuk ini masukkan saja ke SLB (Sekolah Luar Biasa) sambil dia ketawa,gitu kata kepala sekolahnya dengan kami,lalu saya menangis karna saya tidak terima kalau anak saya sampai di suruh masuk SLB,dan pada saat saya menangis sempat di Vidioin Kepala sekolahnya dan dia betkata,akan saya firalkan di Facebook ibuk ini,dan ibuk mau menganggap saya apa ya terserah aja,” Tutur Rosmiati menirukan ucapan Kepala sekolah nya.
Masih kata orang tua Ehan” Ya kalau memang benar anak kami Ehan itu benarhbenar nakal yang katanya mulai dari kelas Satu,kenapa sampai udah kelas dua dari pihak sekolahan baik itu Guru maupun Kepala sekolahnya tidak pernah memberi tau atau memanggil kami sebagai walinya Ehan,kok malah dengan tiba-tiba Ehan di keluarkan dari sekolahan begitu saja,” Jelas Rusmiati yang di iyakan Mulyono suaminya.
Lanjut Rosmiati dan Mulyono” Setelah anak kami tidak boleh sekolah lagi di SDN 09 Gunung Terang,maka kami minta surat pindah ke kepala sekolah,tp tidak pernah di respon,sampai kami memohon beberapa kali karna kami mau memasukkan Ehan ke sekolah yang lainnya,karna kami memaksa minta surat pindah,maka Kepala sekolah mengeluarkan surat pindah yang tidak di cap dan gak ada nomernya, serta gak ada dalam surat itu anak kami pindah ke mana atau di sekolah mana,” Terang Rusmiati dan swaminya.
Di tempat yang sama,sekretaris Pendidikan mengatakan akan mendalami masalah ini dulu dan akan memerintah kan bagian yang membidanginya untuk turun ke lapangan untuk mengecek kebenarannya di sekolahan atas kebenarannya,karna penjelasan dari pihak sekolahan berbeda dengan Orang tua Ehan.
“Kami akan turun ke sekolahan dulu untuk mencari kebenarannya,sebab kami juga sudah memanggil Kepala sekolah dan dewan guru yang bersangkutan,dan mereka mengatakan bahwa Ehan ini nakal,suka naik-naik bangku dan suka ngeludahi teman-temannya,sementara ini penjelasan dari Bapak dan Ibuk Ehan mengatakan anaknya nggak seperti itu,bahkan Ehan di saat mengaji di TPA,solat di masjit tidak pernah ada kendala apa-apa bahkan saat bermain sama teman-temannya di rumah tidak pernah nakalin teman-temannya,” Pungkas Sekretaris Abdul Rohman.
Masih kata Abdul Rohman” Mengenai surat yang di keluarkan Kepala sekolah yang tidak ada capnya dan tidak ada nomernya itu,kita sudah suruh untuk merubahnya,karna surat itu nggak benar,dan kalau masalah Ehan ini setelah kami kroscek di lapangan dia tidak sesuai apa yang di katakan oleh kepala sekolah dan guru-gurung,nanti bagai mana sangsi yang akan di berikan itu terserah sama Kadis nya aja,tapi kalau Ehan ini memang benar nakal,maka saran kami lebih baik di pindahkan ke sekolah lain aja,karna kita menjada jangan sampai psikologisnya terganggu dan mengganggu aktifitas teman-temannya yang lain,” Jelas Abdul Rohman.
(A.Terpilih/Tim SMSI).


















