NUSAN.ID – Ancaman global bersifat kompleks dan multidimensi. Sosialisasi Empat Pilar MPR RI merupakan instrumen strategis untuk memperkuat ketahanan ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, dan keamanan nasional Indonesia di tengah arus globalisasi.
“Sosialisasi 4 Pilar MPR RI menjadi benteng ideologis, konstitusional, dan kultural agar Indonesia tetap berdaulat, bersatu, dan berkepribadian di tengah arus globalisasi,” kata Hanan Rozak di Balai Desa Rajabasa Lama, Labuhan Ratu, Lampung Timur, Minggu pagi ( 28/12/2025).
Hanan mencontohkan tantangan globalisasi yang mengancam Ideologi dan Nilai Pancasila yaitu: masuknya paham liberalisme ekstrem, radikalisme, dan intoleransi, juga lunturnya nilai kebangsaan dan nasionalisme serta individualisme yang menggerus gotong royong.
Selain itu, masih terdapat tantangan lainya seperti ancaman digital dan informasi global seperti : Hoaks, disinformasi, dan propaganda asing
Perang informasi, Radikalisme dan ujaran kebencian di ruang digital.
Untuk mengatasi tantangan tersebut, menurut Hanan, melalui Sosialisasi Empat Pilar MPR, Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika dapat menjadi pedoman bermedia sosial yang bertanggung jawab, memperkuat toleransi dan pelestarian budaya nasional. Pancasila menjadi benteng ideologis dalam menyaring nilai global agar sesuai dengan kepribadian bangsa.
Dalam sosialisasi tersebut Hanan Rozak menyampaikan materi Empat Pilar MPR RI yaitu : Pancasila, UUD NRI, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika.(*)


















