NUSAN.ID – Aktivis pers dan Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI), Wilson Lalengke, kembali menyita perhatian publik melalui kanal YouTube pribadinya, Wilson Lalengke Official. Dalam video yang dirilis pada Kamis, 24 Juli 2025, ia memberikan keterangan langsung usai memenuhi undangan klarifikasi di Divisi Profesi dan Pengamanan (Divpropam) Mabes Polri.
Video berdurasi singkat tersebut berisi penjelasan terkait laporan pengaduan masyarakat (Lapdumas) yang dilayangkan Wilson terhadap seorang oknum polisi di jajaran Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumatera Selatan, yakni AKP Taufik Ismail. Laporan itu diajukan menyusul dugaan tindakan tidak etis dan pelecehan verbal yang dilakukan oleh oknum polisi tersebut.
“Video ini saya buat sebagai bentuk keterbukaan kepada publik. Saya hadir memenuhi panggilan klarifikasi di Divpropam Polri menyangkut Lapdumas saya atas perilaku kasar seorang anggota Polri bernama AKP Taufik Ismail,” ujar Wilson dalam pembukaan videonya.
Wilson menjelaskan bahwa pada Februari hingga Maret 2025, dirinya sempat menghubungi AKP Taufik untuk mengonfirmasi dugaan pemerasan terhadap salah satu anggota PPWI berinisial HS. HS merupakan korban kasus dugaan penggelapan kapal tongkang yang sedang ditangani oleh AKP Taufik. Namun, bukannya menerima penjelasan, Wilson justru mendapat cacian dalam bentuk kata-kata kasar.
“Alih-alih memberikan klarifikasi, saya malah dicaci-maki. Saya disebut ‘bajingan kau’ dan ‘binatang kau’. Ini bukan hanya tidak etis, tapi juga bentuk pelecehan terhadap warga negara dan jurnalis yang menjalankan tugasnya secara sah,” tegasnya dalam video tersebut.
Wilson menambahkan bahwa tindakan AKP Taufik mencoreng citra Polri dan bertentangan dengan semangat reformasi kultural yang sedang digalakkan institusi kepolisian. Ia pun berharap Divpropam Polri dapat mengusut kasus ini secara tuntas dan memberikan sanksi tegas terhadap oknum yang bersangkutan.
“Saya percaya masih banyak anggota Polri yang baik dan berdedikasi. Tapi perilaku oknum semacam ini tidak boleh dibiarkan, apalagi didiamkan. Jika Polri ingin dipercaya rakyat, bersihkanlah institusi dari orang-orang seperti ini,” tandas Wilson menutup video.
Tautan video: https://youtu.be/KgHISJjwEg4
Video klarifikasi ini mendapat respons luas dari netizen. Sebagian besar memberikan dukungan moral kepada Wilson dan mendorong agar kasus ini terus dikawal secara hukum. Beberapa komentar juga menyinggung pentingnya perlindungan terhadap jurnalis dan aktivis yang menjalankan fungsi kontrol sosial.
Hingga berita ini ditulis oleh redaksi, diharapkan ada tanggapan resmi dari pihak Polda Sumatera Selatan maupun Mabes Polri terkait laporan dan video yang dirilis oleh Wilson Lalengke tersebut. (TIM/Red)


















