NUSAN.ID – Kinerja Kasi Humas RSUD Kayuagung berinisial A kembali menjadi sorotan setelah dinilai lambat menanggapi konfirmasi dari media. Beberapa awak media mengeluhkan bahwa nomor kontak Kasi Humas RSUD Kayuagung berinisial A, termasuk nomor WhatsApp yang biasa dihubungi, sering tidak aktif sehingga menyulitkan proses komunikasi dan klarifikasi terkait berbagai kejadian di rumah sakit.
Sumber dari beberapa media mengungkapkan bahwa upaya konfirmasi yang dilakukan secara berkala terkendala karena respons yang sangat lambat dan ketidakmampuan Kasi Humas RSUD Kayuagung berinisial A dalam memberikan jawaban secara cepat dan informatif. Hal ini memicu pertanyaan terhadap tingkat profesionalisme dan kooperatifitas Kasi Humas RSUD Kayuagung berinisial A, yang seharusnya menjadi ujung tombak dalam menjalin komunikasi publik dan menjawab kebutuhan media maupun masyarakat.
“Kadang saat kami coba hubungi, nomor WA tidak aktif, dan saat kontak langsung, sering kali tidak ada jawaban. Padahal, dukungan informasi yang cepat sangat penting agar berita dan informasi yang disampaikan seimbang dan tidak simpang siur,” ujar salah satu perwakilan media yang pernah mencoba melakukan konfirmasi.
Dari sisi lain, masyarakat dan kalangan media berharap pihak RSUD Kayuagung dapat meningkatkan kualitas dan responsivitas layanan Kasi Humas RSUD Kayuagung berinisial A agar komunikasi berjalan lebih profesional dan transparan. Sebab, keberhasilan pembangunan citra dan kepercayaan publik sangat bergantung pada kemampuan Kasi Humas RSUD Kayuagung berinisial A dalam mengelola informasi secara cepat, tepat, dan akurat.
Diharapkan pihak manajemen RSUD Kayuagung segera melakukan evaluasi terhadap kinerja Kasi Humas RSUD Kayuagung berinisial A dan memastikan bahwa nomor kontak, termasuk platform komunikasi lainnya, dapat diakses dan digunakan secara optimal demi mendukung terciptanya transparansi dan pelayanan yang prima.
Hingga berita ini diterbitkan, media masih melakukan konfirmasi kepada Kasi Humas RSUD Kayuagung berinisial A dan pihak-pihak terkait guna memberikan informasi yang berimbang kepada publik. (Tim/Red)


















