NUSAN.ID – Acara adat Karapao suku Kamoro di Mimika merupakan upacara inisiasi untuk anak laki-laki suku Kamoro yang menandai transisi mereka menuju kedewasaan. Upacara ini berbeda dengan Erdemu Bayu yang merupakan upacara perkawinan suku Batak Karo. Meskipun demikian, masyarakat adat Kamoro dan Karo mungkin memiliki interaksi atau pengaruh budaya satu sama lain di wilayah Mimika.
Sebagai bentuk dukungan dalam uapaya pelestarian budaya leluhur. melalui giat Binternya hari ini, Pelda Retno Sumantri dan Kopka Redemtus Riyanto (Babinsa Koramil 1710-07/Mapurujaya) menghadiri acara adat pendirian patung Mbitoro yang merupakan rangkaian adat Karapao di wilayah binaan Kp. Kaugapu, Distrik Mimika Timur, Kabupaten Mimika, Sabtu (26/07/2025).
Menurut Pelda Sumanteri, Karapao adalah ritual adat suku Kamoro yang digelar setiap beberapa tahun sekali dan menjadi penanda bagi anak laki-laki suku Kamoro untuk memasuki usia dewasa.
“Karapao adalah ritual inisiasi suku Kamoro di wilayah Mimika, kami datang kesini dalam mengahadiri sekaligus bentuk dukungan kepada warga binaan saya agar tetap melestarikan warisan budaya leluhur mereka. Seperti kita ketahui bersama, tujuan melestarikan budaya leluhur bangsa Indonesia adalah untuk menjaga identitas bangsa, memperkuat persatuan dan kesatuan, serta mewariskan nilai-nilai luhur kepada generasi penerus,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa Budaya adalah warisan tak ternilai yang mencerminkan sejarah, nilai-nilai, dan identitas suatu bangsa. Dengan melestarikan budaya, kita juga dapat menumbuhkan rasa cinta tanah air dan mempererat hubungan antar warga negara.(ASNPP/A)


















