NUSAN.ID – Rapat Paripurna yang diadakan di Ruang Rapat Paripurna DPRD Ogan Komering Ilir (OKI) pada Senin (30/3) resmi membahas penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025, dengan seluruh rangkaian acara dipimpin langsung oleh Ketua DPRD OKI, Farid Hadi Sasongko.
Paripurna tersebut menjadi momen penting yang dihadiri oleh unsur Forkopimda, seluruh anggota DPRD OKI, serta jajaran lengkap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten OKI, yang berkumpul untuk menyaksikan dan mengevaluasi pelaksanaan pemerintahan selama satu tahun anggaran.
Dalam pidato pembukaan paripurna, Farid Hadi Sasongko menegaskan bahwa acara paripurna kali ini bukan hanya sebagai bentuk formalitas, melainkan sebagai wadah esensial untuk mewujudkan pertanggungjawaban kepala daerah terhadap seluruh proses pemerintahan dan pembangunan yang telah dilaksanakan.
“Rapat paripurna seperti ini menjadi titik temu penting bagi kita semua untuk bersama-sama mengevaluasi capaian pembangunan dan pelaksanaan anggaran, sehingga setiap kebijakan yang kita jalankan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat OKI,” ujarnya dalam sambutan paripurna.
Paripurna yang berlangsung khidmat kemudian memasuki sesi penyampaian laporan oleh Bupati Ogan Komering Ilir H. Muchendi Mahzareki, yang menyampaikan bahwa paparan LKPJ di hadapan paripurna bukan sekadar dokumen administratif, melainkan bahan evaluasi krusial untuk memperbaiki kualitas pembangunan daerah ke depan.
Selama sesi paripurna, diungkapkan bahwa capaian pembangunan Kabupaten OKI tahun 2025 menunjukkan tren positif yang patut diapresiasi. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp5,23 triliun, dengan berbagai indikator makro daerah menunjukkan perbaikan signifikan.
Dalam paripurna tersebut juga disampaikan bahwa tingkat pengangguran terbuka turun menjadi 3,12 persen, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat menjadi 72,20, dan angka kemiskinan menurun menjadi 105,26. Capaian positif juga tercatat di sektor pendidikan dan kesehatan, dengan umur harapan hidup mencapai 74,47 tahun.
Dari sisi keuangan yang disampaikan dalam paripurna, pendapatan Kabupaten OKI tahun 2025 ditargetkan sebesar Rp3,12 triliun dengan realisasi Rp2,68 triliun (86,02 persen), sementara belanja daerah direncanakan Rp3,16 triliun dan terealisasi Rp2,59 triliun (82,17 persen).
Muchendi juga mengakui dalam paripurna bahwa kemandirian fiskal daerah masih menjadi tantangan, dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang baru terealisasi sekitar 60,31 persen dan sebagian besar pendapatan masih bersumber dari dana transfer pusat.
Pada akhir sesi paripurna, seluruh pihak yang hadir menyepakati untuk terus memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan DPRD, dengan komitmen bersama untuk mewujudkan visi pembangunan daerah “Maju Bersama” menuju tahun 2029. (rls/Tim Red)

















